aaaaa

Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum Yang Terdapat Dalam Sistem Hukum

Pembahasan kali ini cukup sederhana, nahwasanya penting kita untuk mengetahui Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum yang terdapat dalam sistem hukum. Faktor-faktor tersebut adalah, sebagai berikut:

  1. Faktor hukumnya sendiri, dalam hal ini dibatasi pada undang-undang saja.
  2. Faktor penegak hukum, yakni pihak-pihak yang membentuk maupun menerapkan hukum.
  3. Faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum.
  4. Faktor masyarakat, yakni lingkungan dimana hukum tersebut berlaku atau diterapkan.
  5. Faktor kebudayaan, yakni sebagai hasil karya, cipta, dan rasa yang didasarkan pada karsa manusia di dalam pergaulan hidup. Kelima faktor tersebut saling berkaitan dengan eratnya, oleh karena merupakan esensi dari penegakan hukum, juga merupakan tolak ukur daripada efektivitas penegakan hukum. Dengan demikian faktor tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan mengetengahkan contoh yang diambil dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Jika ditinjau dari undang-undang bahwa. ;

  1. Undang-undang tidak berlaku surut.
  2. Undang-undang yng dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi,
  3. mempunyai kedudukan yang lebih tinggi pula.
  4. Undang-undang yang bersifat khusus menyampingkan undang-undang yang bersifat umum, apabila pembuatnya sama.
  5. Undang-undang yang berlaku belakangan, membatalkan undang-undang yan berlaku terdahulu.
  6. Undang-undang tidak dapat diganggu guat.
  7. Undang-undang merupakan suatu sarana untuk mencapai kesejahteraan spiritual dan materiel bagi masyarakat maupun pribadi, melalui pelestaian ataupun pembaharuan (inovasi).

Ada beberapa halangan yang mungkin dijumpai pada penerapan peranan yang seharusnya dari golngan sasaran atau penegak hukum, Halangan-halangan tersebut, adalah:

  1. Keterbatasan kemampuan untuk menempatkan diri dalam peranan pihak lain dengan siapa dia berinteraksi
  2. Tingkat aspirasi yang relatif belum tinggi.
  3. Kegairahan yang sangat terbatas untuk memikirkan masa depan, sehingga sulit sekali untuk membuat proyeksi.
  4. Belum ada kemampuan untuk menunda pemuasan suatu kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan material.
  5. Kurangnya daya inovatif yang sebenarnya merupakan pasangan konservatisme.

Halangan-halangan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan diri dengan sikap-sikap, sebagai berikut:

  1. Sikap yang terbuka terhadap pengalaman maupun penemuan baru.
  2. Senantiasa siap untuk menerima perubahan setelah menilai kekurangan yang ada pada saat itu.
  3. Peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya.
  4. Senantiasa mempunyai informasi yang selengkap mungkin mengenai pendiriannya.
  5. Orientasi ke masa kini dan masa depan yang sebenarnya merupakan suatu urutan.
  6. Menyadari akan potensi yang ada dalam dirinya.
  7. Berpegang pada suatu perencanaan dan tidak pasrah pada nasib.
  8. Percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia.
  9. Menyadari dan menghormati hak, kewajiban, maupun kehormatan diri sendiri dan pihak lain.
  10. Berpegang teguh pada keputusan-keputusan yang diambil atas dasar penalaran dan perhitingan yang mantap. hukum akan berjalan dengan lancar. Sarana atau fasilitas tersebut antara lain, mencakup tenaga manusia yang berpendidikan dan trampil, organisasi yang baik, peralatan yang memadai, keuangan yang cukup, dan seterusnya. Sarana atau fasilitas mempunyai peran yang sangat penting dalam penegakan hukum. Tanpa adanya sarana atau fasilitas tersebut, tidak akan mungkin penegak hukum menyerasikan peranan yang seharusnya dengan peranan yang aktual. Khususnya untuk sarana atau fasilitas tesebut, sebaiknya dianut jalan pikiran, sebagai berikut (Purbacaraka & Soerjono Soekanto, 1983):

  • Yang tidak ada-diadakan yang baru betul.
  • Yang rusak atau salah-diperbaiki atau dibetulkan.
  • Yang kurang-ditambah.
  • Yang macet-dilancarkan.
  • Yang mundur atau merosot-dimajukan atau ditingkatkan.

Faktor Masyarakat Penegakan hukum berasal dari masyarakat, dan bertujuan untuk mencapai kedamaian dalam masyarakat. Oleh karena itu, dipandang dari sudut tertentu, maka masyarakat dapat mempengaruhi penegakan hukum tersebut. Masyarakat Indonesia mempunyai kecendrungan yang besar untuk mengartikan hukum dan bahkan mengidentifikasikannya dengan petugas (dalam hal ini penegak hukum sebagai pribadi). Salah satu akibatnya adalah, bahwa baik buruknya hukum senantiasa dikaitkan dengan pola prilaku penegak hukum tersebut. Faktor Kebudayaan Kebudayaan (system) hukum pada dasarnya mencakup nilai-nilai yang mendasari hukum yang berlaku, nilai-nilai yang merupakan konsepsi abstrak mengenai apa yang dianggap baik (sehingga dianuti) dan apa yang dianggap buruk (sehingga dihindari). Pasanagn nilai yang berperan dalam hukum, adalah sebagai berikut ( Purbacaraka & Soerjono soekantu):

  1. Nilai ketertiban dan nilai ketentraman.
  2. Nilai jasmani/kebendaan dan nilai rohani/keakhlakan.
  3. Nilai kelanggengan/konservatisme dan nilai kebaruan/inovatisme.

Di Indonesia masih berlaku hukum adat, hukum adat adalah merupakan hukum kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. 

Demikianlah artikel kali ini semoga bermanfaat sekian dan terimakasih. 

Baca Juga:

Dasar Hukum HAM di Indonesia

Mengenal Macam Sistem Hukum Dunia

Perbedaan Kodifikasi dan Unifikasi Hukum 


Belum ada Komentar untuk "Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum Yang Terdapat Dalam Sistem Hukum"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel