Religius, Sekularisme, Materialisme, dan Atheisme

Hai Pembaca, dalam kesaharian kita sering kali berjumpa dengan orang-orang yang mempunyai pola pikir berbeda dengan kita, bahkan sangat jauh berbeda baik itu dalam pola pikir menilai politik, ekonomi, negara, pendidikan dan bahkan agama.

Hal ini dikarekan kehidupan bangsa kita yang sangat heterogen, benar atau pun tidak pandangan/pola pikir mereka tidak ada yang tau, tergantung kita mendasarinya dengan ideologi apa, agama kah atau nasionalisme. yang jelas jangan sampai hal tersebut dapat menjadi biang perpecahan dalam berbangsa. dalam negara Indonesia Pancasila lah ideologi kita.

Namun, dalam bidang ilmu pendidikan bentuk-bentuk nilai kehidupan dapat dikategorikan dalam 4 bentuk, Religius, Sekularisme, Materialisme, serta atheisme:

RELIGIUS

Dapat dikatakan sebagai ideologi atau dasar seorang berangkat untuk menjalankan aktifitas kehidupannya, berkeinginan agar ajaran agama dapat terealisasi dalam kesehariannya. sehingga agama bukan sekedar ajaran namun sebagai tatanan nilai/sumber nilai kebikan dalam kehidupan.
Karena semua ajaran agama yang diakui oleh negara Indonesia mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang. 

Manfaatnya jika dalam pemerintahan adalah jika, pemimpin negara kita religius pasti akan berupaya semua kebijakan-kebijakannya sejalan dengan tujuan agama, mencegah kemungkaran dan berorientasi pada kemaslahatan dan kebaikan. 

Dalam berbagai pandangan masyarakat dan pemimpin agama, bagi mereka yang mempunyai jabatan bahkan seorang pemimpin daerah yang ikut serta untuk meresmikan segala hal bentuk usaha/kegiatan yang bertentangan dengan agama seperti peresmian tempat hiburan malam atau diskotik dapat disimpulkan mereka bukanlah pemimpin yang bersifat religius.

Sehingga untuk menilai seorang apakah ia bersifat religius bukan hanya dilihat dari penampilan kesehariannya namun dapat dari akhlak serta kebijakan yang diambilnya. Dalam dunia politik bagi mereka yang bersifat religius sudah pasti dalam memperoleh kedudukan dan jabatan tidak akan menempuh jalan kecurangan serta jalan pintas dalam pencapaiannya.

SEKULARISME

Untuk mengetahui apakah seseorang bersifat sekularisme, dengan sadar atau tidak dapat dilihat dari sifat yang selalu berusaha memisahkan antara urusan agama dengan urusan negara. Sehingga berlaku bagi mereka istilah, agama adalah urusan pribadi agama tidak diurus negara, dalam politik saja dapat terlihat dalam penggunaan jargon-jargon sukularisme "jangan bawa-bawa agama". 

Penyebab munculnya sekularisme ini jika dilihat dari sejarah adalah pada awalnya sekularisme berkembang di barat yang mana banyak kaum terpelajar tidak setuju dengan doktrin gereja (agama katholik) yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan. seperti teori Copernicus yang berpandangan bahwa matahari adalah pusat tata surya sangat bertentangan dengan kaum kahatolik dengan teori geo-centnris, yakni bumi sebagai pusat tata surya, akibatnya Copernicus digantung oleh raja saat itu. dan banyak ilmuwan yang bernasib sama. sehingga banyak dari kaum terpelajar tidak mau lagi tunduk kepada ajaran agama khatolik karena dianggap menghambat kemajuan dan dinamika berpikir.

Pada awalnya sekuarisme ini hanya memisahkan anatara ajaran agama adengan negara namun seiring berjalannya zaman sekularisme ini bukan hanya memisahkan bahkan sudah sampai pada tahap meminggirkan nilai-nilai agama dalam tatanan kehidupan bermasyarakat (kehidupan sosial). sehingga agama hanya dianggap urusan pribadi saja.

MATERIALISME

Kapan seseorang dianggap materialisme? jawabannya adalah ketika seseorang menganggap segala sesuatu diukur dengan harta yang banyak maka sudah dapat dikategorikan sebagai materialisme, menjadikan harta sebagai ukuran segala-galanya dalam kehidupan dan menjadikan itu semua sebagai prestise. 

ATHEISME

Penganut atheisme ini adalah mereka-mereka yang mengingkari keberadaan Tuhannya sebagai pencipta. mereka menjadikan akal sebagai sumber dari segala-galanya. bahkan menganggap agama adalah candu yang dapat penyakit bagi masyarakat (Karl Mark)

Itulah beberapa bentuk-bentuk prinsip dasar/ideologi dalam kehidupan semoga kita sebagai manusia yang diberikan potensi dan fitrah yang dapat membedakan kebaikan dan keburukan dapat menentukan ideologi pribadi serta dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Demikian semoga bermanfaat.
  
 

Belum ada Komentar untuk "Religius, Sekularisme, Materialisme, dan Atheisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel