AHLI WARIS


Syarat utama seorang ahli waris haruslah ia beragama islam, yang dapat dibuktikan dari kartu identitasnya dan didukung dengan pengakuannya maupun amalan dan kesaksian yang menyatakan ia adalah seseorang beragama islam.

Bagaimana ia seorang anak yang baru lahir atau belum dewasa? Maka ia mengikuti agama yang dianut oleh ayahnya atau lingkungannya.

Adapun diantara ahli waris yang terhalang menjadi ahli waris atau yang tidak berhak menjadi ahli waris berdasarkan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap ialah;

a. Dia dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau melakukan penganiayaan berat terhadap pewaris
b. Dia dipersalahkan secara memfitnah telah mengajukan pengaduan bahwa pewaris telah melakukan suatu kejahatan yang diancam dengan hukuman lima tahun penjara atau hukuman yang lebih berat

Berikut orang-orang yang menjadi ahli waris menurut hukum perdata islam;
1. Berdasarkan hubungan darah
    Laki-laki;

    Ayah
    Anak laki-laki
    Saudara laki-laki
    Paman,dan
    kakek

    Perempuan;
    ibu
    anak perempuan
    saudara perempuan, dan
    nenek

2. Berdasarkan perkawinan
    Duda atau janda

Jika semua ahli waris yang disebutkan di atas masih ada maka yang berhak mendapatkan warisan hanya; anak, ayah, ibu, janda atau duda

Adapun hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh para ahli waris sebelum membagi harta warisan adalah;

Mengurus dan menyelesaikan sampai pemakaman jenazah selesai
Menyelesaikan semua hutang-hutang si pewaris
Menyelesaikan wasiat s pewaris
Menentukan semua jumlah harta peninggalan/warisan

Demikian semoga bermanfaat.

Baca Juga


Refernsi:
Hukum Perdata Islam, Bahder Johan Nasution, Sri wijayati, CV.Mandar Maju

Belum ada Komentar untuk "AHLI WARIS"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel